Jakarta, 3/12/2007 (Kominfo-Newsroom) – PLN berencana membagikan 50 juta lampu hemat energi secara gratis kepada 35 juta pelanggannya guna mengurangi pemborosan listrik akibat penggunaan lampu pijar yang mencapai 2,3 miliar kilo watt hour (KWH) per tahun.
”Agar subsidi tidak naik, langkahnya adalah penggunaan lampu hemat energi ini menjadi prioritas untuk segera dilaksanakan, agar kita bisa menurunkan KWH yang selama ini diboroskan lampu pijar,” ujar Direktur Utama PT PLN Edie Widiono, usai rapat yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla, di Jakarta, Senin (3/12).
Dalam rapat itu diputuskan mengganti 50 juta lampu pijar dengan lampu hemat energi yang akan diberikan gratis kepada 35 juta pelanggan PLN pada 2008 mendatang, dengan perkiraan setiap pelanggan akan mendapat 3 unit lampu hemat energi.
Untuk penggantian 50 juta lampu pijar tersebut PLN akan menganggarkan dana sebesar Rp900 miliar yang diharapkan mampu menghemat pemakaian bahan bakar minyak (BBM) sebesar 0,75 juta kilo liter per tahun atau senilai Rp3,8 triliun.
Edie menjelaskan, pemberian 50 juta lampu hemat energi ini diprioritaskan untuk pelanggan kecil, pelangan yang daerahnya masih tinggi penggunaan BBM, daerah yang krisis listrik, dan daerah yang sistem listriknya terisolir.
Sementara itu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan, rencana pemberian lampu hemat energi gratis ini sebagai upaya pemerintah menekan subsidi dan menghemat pemakaian BBM di sektor kelistrikan.
Selain rencana mengganti lampu pijar dengan lampu hemat energi, PLN juga berencana mengenakan disinsentif fiskal bagi pelangganya yang menggunakan listrik di luar batas kewajaran.
Dia mencontohkan, pelanggan besar 6.600 va rata-rata pemakaian listriknya sebesar 1.700 KWh per bulan. Sementara pelanggan sedang 1.200 va sekitar 600 KWh per bulan. Sedangkan untuk rumah tangga terkecil, 450 va sekitar 75 KWh. Di luar pemakaian itu maka pelanggan akan dikenakan disinsentif yang besarnya masih dikaji.(Ton)