Oleh: kandanganhss | Mei 15, 2008

DI zaman seperti ini, ada saja yang “memancing-mancing” kita agar tergiur memanfaatkan fasilitas soft loan (pinjaman lunak). Lalu, tanpa disadari Anda masuk dalam “perangkap” dan sulit keluar. Ketika jerat itu nyaris membuat Anda tercekik, berikut ini jalan keluarnya.

1. Relakan Tabungan
Teorinya sih, jumlah total cicilan utang yang aman tidak lebih dari 1/3 gaji atau 30 persen dari penghasilan. Misalnya, penghasilan Anda Rp 6 juta, jumlah cicilan utang sebaiknya tidak lebih dari Rp 2 juta. Konsultan keuangan juga selalu menganjurkan kita menabung sebesar (atau sekecil) apa pun pendapatan.

Praktiknya, Anda sudah telanjur terbelit utang. Jadi, untuk situasi kepepet ini merelakan tabungan bisa jadi jalan keluar. Cobalah mengurangi beban cicilan utang bulanan dari dana tabungan. Setelah lunas, cobalah kembali menabung untuk menggantikannya.

2. Hemat Pangkal Selamat
Dalam keadaan normal, Anda bisa leluasa “foya-foya”. Tapi kali ini rasanya perlu lebih realistis. Memangkas pengeluaran memungkinkan Anda punya ‘kelebihan uang’. Mulailah dengan mmbuat daftar pengeluaran yang tidak (atau kurang) perlu.

Carilah alternatif yang lebih murah dengan manfaat sama. Misalnya, menghentikan keanggotaan fitness dan menggantinya dengan berolahraga di rumah. Bila buah hati Anda sekarang ini dipercayakan pada babysitter, Anda bisa melimpahkan tugas itu pada asisten rumah tangga biasa yang lebih murah.

3. Berutang dari Utang
Cara ini memang terkesan gali lubang tutup lubang. Apa boleh buat, jika keadaan mendesak dan butuh uang tunai untuk membayar utang, Anda boleh kok menggunakannya. Namun, pilihlah personal loan atau kredit tanpa agunan dengan bunga rendah. Lalu, segera gunakan untuk melunasi seluruh utang. Jika tidak, Anda akan tergiur membelanjakannya lagi.

4. Kembali ke “Rumah”
Inilah enaknya hidup di Indonesia. Keluarga biasanya masih bisa diandalkan. Anda bisa meminjam pada mereka tanpa bunga. Juga lebih enak bernegosiasi cara pembayarannya. Asal tahu diri, berutang pada keluarga bukan berarti Anda tidak punya kewajiban membayarnya.

5. Kurangi Senang-Senang
Ini memang agak “menyakitkan”. Tapi mengurangi acara senang-senang akan banyak menolong. Gambaran sederhana, kalau Anda punya kebiasaan ngopi, cobalah mulai menghitung penghematan yang bisa dilakukan dari situ. Misalnya, Anda biasa ngopi 10 kali dalam sebulan dan biaya untuk sekali ngopi Rp 50.000, dalam sebulan Anda bisa berhemat Rp 500.000 atau Rp 6 juta dalam setahun! Tak perlu menghentikan kebiasaan itu sama sekali (siapa sanggup?). Hanya perlu menguranginya kok.

6. Menggabungkan Utang
Anda bisa memanfaatkan transfer saldo dari kartu kredit berbunga tinggi ke kartu kredit berbunga rendah. Setelah itu, tutuplah rekening lama. Dengan mengganti kartu kredit, mungkin Anda bisa menghemat hingga Rp 1 juta tiap bulannya.

7. Kerja Ekstra
Jika Anda tak bisa mengurangi pengeluaran, Anda harus menambah pendapatan. Mungkin Anda bisa mencari kerja sampingan atau membuka usaha sendiri seperti menjual pakaian, aksesori, atau makanan.

8. Melego Aset
Dalam keadaan mendesak, tampaknya Anda perlu merelakan sejumlah aset berharga. Misalnya perhiasan, barang-barang elektronik, atau tas-tas branded itu barangkali? Jika tak ingin kehilangan barang-barang berharga tersebut, Anda bisa menggadaikannya. Suatu saat Anda bisa menebusnya dengan biaya administrasi relatif kecil.

9. Negosiasi
Ketimbang menghindari debt collector, lebih baik mendatangi kreditor untuk negosiasi pembayaran. Sebagai pemberi utang, mereka ingin uangnya kembali. Mereka akan memberi solusi sesuai kemampuan Anda.

10. Bayar Segera
Walaupun jatuh tempo pembayaran kartu kredit Anda, misalnya masih tinggal 10 bulan ke depan, sebaiknya Anda tetap membayarkan kartu kredit Anda sesegera mungkin setelah gaji diterima. Usahakan selalu membayar lunas kartu kredit agar tidak terkena bunga.

11. Pakai Kacamata Kuda
Window shopping pastinya menyenangkan. Tapi di situ godaan terbesarnya. Siapa sanggup melewatkan tawaran diskon hingga 70 persen? Meski tak tahu kapan Anda akan sempat memasak, Anda bisa saja tergiur melihat harga panci ajaib yang dijual setengah harga. Anda juga pasti senang melihat katalog barang yang dikirim oleh pihak kartu kredit. Harga atau cicilan barang tersebut seolah terjangkau oleh dompet Anda. Jadi, kalau sulit menghindar dari tawaran menggiurkan, jangan lupa pakai kacamata kuda.

12. Gunting Kartu
Meski Anda sudah punya strategi pembayaran utang, ini tidak akan berhasil jika Anda terus menambah utang kartu kredit. Itu sebabnya, Anda harus menghentikan pemakaian kartu kredit dan mulailah pembayaran transaksi dengan uang tunai atau kartu debit. Tinggal saja kartu kredit di rumah jika tidak ingin tergoda memakainya. Kalau perlu, gunting saja. Selesai.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: