Oleh: kandanganhss | Mei 19, 2008

Polemik Ahmadiyah

Masih hangat di ingatan kita berbagai peristwa-peristiwa yang menimpa jemaah Ahmadiyah, seperti penyerangan kawasan pemukiman, pengrusakan dan pembakaran mesjid, demonstrasi umat muslim di seantero nusantara dan peristiwa lainnya terhadap eksistensi jamaah Ahmadiyah dI Indonesia! Apalagi setelah dikeluarknnya fatwa sesat oleh MUI dan ormas Islam lainnya terhadap Aliran yang dipimpin Imam Mahdi tersebut!. Pasca peristiwa-peristiwa tesebut banyak berkoar berbagai macam publik statment dari berbagai perbedaan perspektif, disini saya menyajikan dua perspektif yang saling bertolak belakang serta tarik menarik perihal kejadian-kejadian tersebut, pertama dari para pemerhati HAM, mereka melihat perlakuan yang telah dilakukan umat Islam terhadap Jamaah Islamiyah merupakan suatu pengekangan terhadap kebebasan beragama yang jelas-jelas telah diatur oleh konstitusi Indonesia (UUD 1945) pada pasal 29(2) ” Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”. Adapun pelarangan segala aktifitas dan perkumpulan Jamaah Ahmadiyah merupakan pelanggaran terhadap pasal 28 yang berbunyi “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang”. Namun dari para pemerhati umat Islam, Jamaah Ahmadiyah dan segala aktifitas beragama mereka merupakan penistaan dan penghinaan terhadap suatu agama (Islam) yang juga diatur oleh konstitusi. Dilihat dari pandangan pemerhati HAM, kita sebagai manusia tentu terhenyak melihat mesjid dibakar, Orang-orang Ahmadiyah diburu, mereka dihina dan hal tersebut jika kita lihat dari segi kemanusiaan memang sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, namun saya yakin juga kita semua sebagai umat Islam pasti merasa sakit hati dan dihina telak oleh aliran Ahmadiyah ini dengan segala aktifitas agama Islam sesatnya, namun untuk mengefesiensikan tulisan ini penuturan tentang kesesatan aliran Ahmadiyah tidak saya kemukakan tapi saya lebih kepada review tentang diferent opion public yang muncul di masyarakat. Dari kontradiksi yang ada maka telah terjadi perbedaan-perbedaan dan pertentangan perspektif, yang sangat besar kemungkinan hal tersebut bakal memperburuk keadaan, gelombang penyerangan dan pengrusakan bakal menggulung lebih besar lagi terhadap hak hidup warga Ahmadiyah. Di lain pihak keberadaan aliran Ahmadiyah ini adalah sebagai wujud nyata penghinaan dan penistaan terhadap agama Islam.

JAWABANNYA ADA PADA PEMERINTAH

Dari kejadian dan gejala sosial yang terjadi di masyarakat perihal keberadaan Jamaah Ahmadiyah ini yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah bagaimana jalan keluar dari semua kemelut yang sangat complicated ini!!! jawabannya padahal cukup sederhana, yakni pemerintah! Ketegasan dan kejelian sikap pemerintah merupakan solusi bagi kemelut perihal Jamaah Ahmadiyah ini, setelah dikeluarkannya fatwa MUI yang merupakan lembaga bentukan pemerintah serta ormas-ormas Islam lain perihal kesesatan aliran tersebut, seharusnya pemerintah segera mengambil sikap tegas dalam membuat keputusan tentang kepastian status aliran yang dikenal berasal dari Jawa Barat ini. Namun kenyataanya pemerintah malah berlarut-larut menunda ketegasannya, yang menyebabkan gelombang kekerasan dan tindakan-tindakan anarkis terhadap warga Ahmadiyah semakin meluas, solusi yang dapat dilakukan pemerintah bisa berupa Surat Keputusan Bersama (SKB) atau membuka peluang untuk mewadahi Ahmadyah lewat sebuah agama baru di kemudian hari. Pemerintah dapat melakukan ketegasan pelarangan terhadap keberadaan jamaah Ahmadiyah, dengan itu apapun yang ada hubungannya dengan aliran Ahmadiyah dilarang di Indonesia dan apabila masih ada pelanggaran maka pemerintah harus bertindak tegas (namun melalui aparat hukum yang berwenang, bukan warga sipil yang menindaknya dengan kekerasan yang terjadi seperti sekarang ini), pemertintah dapat juga melegalkan keberadaan aliran Ahmadiyah dengan catatan aliran tersebut tidak lagi mengatasnamakan bagian dari agama Islam, yang jelas pemerintah harus segera memberikan kepastian status aliran Ahmadiyah agar tindakan kekerasan terhadap warga Ahmadiyah tidak terjadi lagi, karena hal itu telah membuat dunia Internasional memandang buruk citra Indonesia dalam hal melindungi hak hidup warganya, dan membuat citra buruk pula terhadap Islam pula, jangan sampai Islam diidentikkan dengan agama kekerasan karena sebenarnya Islam adalah agama yang cinta damai seperti yang terfirman dalam Quran “Ya ayyuhalladziina aamanuu kuunuu qawwamiina lillah syuhadaa-a bilqisthi…al-aayah” (Q.S 5: 8). Artinya, wahai orang-orang yang beriman jadilah kamu penegak-penegak kebenaran karena Allah dan saksi-saksi yang adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu kepada suatu kaum menyeret kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah; adil itu lebih dekat kepada takwa. Takwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kau kerjakan. (Yudha)


Responses

  1. betul setuju
    bubarkan ahmadya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: